Showing posts with label banjir. Show all posts
Showing posts with label banjir. Show all posts

Tuesday, April 3, 2018

MAN 5 HSU Kembali Terendam Banjir

Amuntai (MAN 5 HSU) - Meluapnya sungai Tabalong di Haur Gading kembali merendam Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Hulu Sungai Utara (HSU), Senin (02/04/18). Kedalaman paling parah terlihat pada lapangan dan pelataran mushala madrasah sehingga upacara bendera Senin maupun praktik olahraga tidak bisa dilaksanakan.

Sunday, March 25, 2018

Guru Dan Siswa Diminta Waspada Saat Melintas Titian Panjang

Amuntai (MAN 5 HSU) – Curah hujan yang tinggi dan meluapnya air sungai Tabalong di kecamatan Haur Gading membuat titian panjang sebagai akses utama menuju Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Hulu Sungai Utara (HSU) terendam dibeberapa titik, Sabtu (24/03/18). Kondisi titian sepanjang hampir 1 km tersebut  jika terendam air dikhawatirkan membuat papan yang lapuk atau patah  tidak terlihat oleh pengendara sehingga bisa menyebabkan insinden.

Melalui salah satu tenaga kependidikan yang berlokasi dekat dengan tititan panjang Rafii Hamdi , pihak madrasah menghimbau guru dan siswa waspada saat melintas. “Jika melintas mohon kurangi kecepatan dan ekstra waspada, sebab kondisi titian yang licin bisa membuat terjatuh ke air dan pada beberapa titik yang terendam jika ada kayu yang patah juga menyebabkan kendaraan terperosok,” himbau Rafii mengingatkan. 

Lebih lanjut Rafii menjelaskan kondisi seperti itu berlangsung sejak Jum’at kemarin dan diperkirakan genangan air dititian tidak akan cepat surut mengingat setiap hari turun hujan disamping  air sungai masih dalam. Terakhir Rafii mengingatkan jika ada yang merasa ragu dan takut lebih baik mengambil jalur arternatif kendati dengan selisih jarak sekitar 4 km untuk menuju MAN 5. 


Sementara itu salah satu guru MAN 5 HSU  Hj.Ruhanah,S.Pd.I mengaku untuk lebih aman dia memilih menunggu orang lewat baik guru ,siswa dan masyarakat untuk beriringan melintasi titian panjang. “Untuk jaga-jaga sebab kita tidak ingin mengalami insiden ,” tutur Hj. Ruhanah. Terakhir Hj.Ruhanah berharap pemerintah daerah bisa segera menganti bahan titian panjang dengan semen beton panggung dan disisinya diberi pagar pengaman. “Setiap tahun memang sering diadakan perbaikan tetapi karena bahannya dari kayu maka akan cepat pula lapuk dan patah,” jelas Hj.Ruhanah. (Rep/Ft:Humas)

Thursday, April 6, 2017

Komplek Pendidikan Nurul Fajeri Kembali Terendam Banjir


Amuntai – MAN 5 HSU. Komplek Pendidikan Nurul Fajeri yang terletak di desa Jingah Bujur Kecamatan Haur Gading kembali terendam banjir akibat luapan sungai Tabalong ,  Selasa (04/04/17). Banjir jelas mengganggu aktifitas guru dan siswa pada Raudatul Athfal ( RA )  hingga Madrasah Aliyah yang berada di komplek pendidikan tersebut.
Seperti yang terlihat di Madrasah Tsanawiyah ( MTs ) Nurul Fajeri , ruang kantor dan dewan guru telah terendam . Kendati demikian aktifitas pembelajaran tetap berlangsung normal sebab lantai kelas masih terbebas dari banjir.
Menurut Kepala MTs Nurul Fajeri ,  H.Napi'i S.Ag  pihaknya tidak akan meliburkan siswa  selama ruang kelas masih belum terendam banjir, mengingat Ujian Akhir Madrasah dan  Ujian Nasional semakin dekat. H.Napi'i  juga menghimbau kepada seluruh siswa agar berhati-hati dalam beraktifitas , sebab rentan  terpeleset, tercebur dan kena penyakit gatal kulit. 


Terakhir H.Napi'i  juga berharap agar Pemerintah Daerah turun tangan , memperbaiki tanggul atau jalan yang longsor di RT 4 Desa Haur Gading sebab disanalah  titik luapan banjir yang mengenangi wilayah Komplek Pendidikan Nurul Fajeri.
Sementara itu kondisi Madrasah Aliyah Negeri ( MAN ) 5 Hulu Sungai Utara ( HSU ) juga tak jauh berbeda dengan MTs Nurul Fajeri ,  dimana pelataran kelas dan lapangan telah terendam.
Wakil Kepala Madrasah bidang Kesiswaan ,  Ramdan Syahrin S.Ag  mengaku khawatir andai kondisi banjir bertambah dalam , sebab waktu pelaksanaan Ujian Nasional ( UN ) hanya tinggal  hitungan hari saja . 


"Meliburkan siswa adalah pilihan sulit mengingat kelas XII sedang fokus belajar menghadapi UN , tapi seperti pihak MTs selama kelas tidak terendam pembelajaran akan tetap dilaksanakan seperti biasa, " terang Ramdan sembari mengingatkan siswa agar berhati-hati dalam beraktifitas diluar kelas.   
Ramdan juga  berharap agar  Pemerintah Daerah segera turun tangan memperbaiki tanggul atau jalan  longsor di RT.4 Desa Haur Gading terlebih ada rumah 2 siswa MAN 5 yang terendam langsung akibat luapan  sungai Tabalong.  


Sedangkan kepala RA Nurul Fajeri , Narti,S.Pd.I memilih akan meliburkan 54 anak didiknya pada Rabu (05/04/17) hingga waktu yang belum ditentukan.  Keputusan  tersebut diambil Narti dengan persetujuan pihak Yayasan mengingat faktor keselamatan dan kondisi fisik siswa RA , mengingat halaman taman bermain  terendam cukup dalam dan air sudah hampir masuk ruang kelas.  
( rep/ft: yusuf )

Berikut link Video Liputan Kru MAN 5 Amtv 

Tuesday, March 7, 2017

MAN 5 HSU Kembali Terendam

 Amuntai – MAN 5 HSU. Setelah terendam banjir pada bulan Februari  lalu, Madrasah Aliyah Negeri 5 Hulu Sungai Utara  (MAN 5 HSU ) yang berlokasi di Haur Gading  kembali terendam banjir sejak Senin  (06/03/17). Banjir kali kembali disebabkan hujan yang turun setiap hari sehingga  sungai Tabalong di Haur Gading meluap  ditambah arus  deras dari  tanggul air yang jebol dengan cepat menggenangi perkampungan di wilayah Kecamatan Haur Gading.

Praktis kegiatan upacara bendera tidak bisa dilaksanakan sebab lapangan madrasah tergenang air setinggi  10 centimeter.

Menurut keterangan Rafii Hamdi salah satu  tenaga administrasi yang tinggal dekat dengan MAN 5,  banjir mulai masuk lingkungan madrasah  sekitar pukul 6 pagi . “Tadi malam halaman MTs Nurul Fajeri yang satu komplek dengan  MAN 5 telah terendam dan ternyata air semakin naik membanjiri MAN 5, ” jelas Rafii


Tampak, Rabu ( 08/03/17 ) banjir masih belum surut , ketinggian air semakin naik hingga  5 centimeter dibawah lantai ruang kelas. Kendati demikian kegiatan pembelajaran tetap berlangsung normal kecuali pelajaran Olahraga.

Ramdan Syahrin selaku Wakamad Kesiswaan mengakui  aktifitas warga MAN 5 pun sedikit terganggu mengingat bakal menghapi resiko insiden seperti rentan terpeleset jatuh.  “Belum ada instruksi meliburkan madrasah, tetapi kita menghimbau kepada siswa agar berhati-hati dalam beraktifitas seperti saat jam istirahat maupun sholat berjamaah ke mushala madrasah,” terang Ramdan.

Terakhir Ramdan hanya bisa berdo’a semoga banjir cepat surut mengingat jadwal Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional bagi kelas XII makin dekat . 



















( rep/ft:humas )

Friday, February 3, 2017

Banjir di MAN 5 Amuntai Jadi Perhatian Media

Banjir yang melanda MAN 5 Amuntai tidak luput dari perhatian kru Amuntai TV dari Dinas Komunikasi Informasi (Kominfo) Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Dipimpin Dedi Wahyudi dari Bagian Naskah Berita, sebanyak 3 kru Amuntai TV melakukan peliputan kondisi banjir dan melakukan wawancara dengan beberapa siswa MAN 5, Rabu (01/02/17).
Menurut Dedi Wahyudi, hasil liputan rencananya akan tayang apa acara Warta Kominfo dalam 1 minggu ke depan pada pukul 9 pagi dan 8 malam
Siti Rifah, siswi kelas XII IPS yang diwawancarai mengungkapkan banjir terjadi akibat sungai yang meluap dan tanggul penahan jebol akibat derasnya air. ''Berangkat dari rumah air hampir setinggi lutut, sehingga aktivitas menuju MAN 5 pun sedikit terganggu,'' cerita Rif'ah yang tinggal di desa Pulantani.
Selanjutnya didampingi beberapa guru, kru Amuntai TV pun meliput tanggul banjir yang longsor di perbatasan desa Haur Gading dan Jingah Bujur,  sehingga air dengan deras masuk ke beberapa rumah warga yang tepat berada di sepanjang tanggul. Di lokasi ini ada rumah 2 siswa yang menjadi korban yakni Fatih Ikhramullah dan Malihatur Rafifah dari kelas XI IPS.
''Kedua siswa tersebut dibantu beberapa siswa langsung pulang saat tanggul jebol Selasa kemarin untuk mengevakuasi barang-barang sekaligus mengungsi kerumah keluarga,'' ujar salah satu guru MAN 5 Amuntai Ahmad Karyawannor kepada kru Amuntai TV.
Sementara Humas Madrasah M.Yusuf,S.Pd  berharap agar proyek pengecoran jalan dari Pasar Ahad ke Jingah Bujur yang melintasi MAN 5 Amuntai bisa dilanjutkan pada tahun ini agar aktivitas warga madrasah dan masyarakat tidak terganggu.
Proyek pengecoran jalan tidak bisa selesai pada tahun 2016 disebabkan hujan yang sering turun dan banjir. ''Kendati dilanda banjir , kegiatan pembelajaran di MAN 5 tetap berjalan normal sebab air belum masuk ruang kelas dan Alhamdulillah hari ini banjir mulai surut,'' pungkas Yusuf.

Thursday, February 2, 2017

MAN 5 Amuntai Kembali Terendam

Setelah dilanda Banjir empat kali tahun 2016,banjir kembali melanda wilayah Haur Gading, namun aktivitas di MAN 5 Amuntai masih berjalan normal.
Banjir yang terjadi di daerah Haur Gading disebabkan tingginya intensitas hujan dan meluapnya air sungai Tabalong yang mengakibatkan salah satu tanggul jebol dan longsor di wilayah Haur Gading, Selasa (01/02/17).
Pihak madrasah pun mengimbau siswa agar berhati-hati saat beraktifitas di luar kelas agar baju seragam tidak basah.
Dari pengamatan dilapangan ,  banjir menggenangi pelataran kelas, lapangan serta memutus jalan di bagian depan dan belakang madrasah. Namun banjir tidak mengganggu aktifitas kegiatan belajar mengajar, lantaran ketinggiannya hanya berkisar antara 10-15 cm.