Showing posts with label Upacara. Show all posts
Showing posts with label Upacara. Show all posts

Monday, January 5, 2015

Libur Semester 2 Berakhir Kegiatan Pembelajaran Kembali Berjalan

 Libur semester ganjil selama 8 hari telah berakhir kegiatan pembelajaran pun kembali berjalan seperti biasa pada Senin ( 5-12-2014 ). Sejak pukul 7 suasana lingkungan madrasah mulai ramai dengan kedatangan siswa kendati mereka harus melalui medan becek sebab pada malam hari turun hujan.  Kegiatan pembelajaran  semester genap tahun pelajaran 2014/2015 pun resmi dimulai dengan diawali pelaksanaan upacara bendera. Bertindak sebagai pembina upacara adalah Kamad H.Hapizi,S.Ag,M.M.Pd dengan petugas kelas XII Agama.
H.Hapizi dalam amanatnya mengajak para siswa agar menjadikan hasil semester ganjil sebagai pelecut semangat untuk menjadi semakin baik pada semester genap yang dihadapi. “Luruskan niat,kembangkan kreativitas dan nilai-nilai  integritas, profesional, keteladanan, tanggung jawab dan inovasi agar madrasah kita dipedalaman mampu menjadi yang terbaik  bisa sejajar bahkan lebih dibandingkan sekolah didaerah kota,” harap Hapizi.
Usai pelaksanaan upacara dan pengumuman , seluruh siswa diminta membersihkan ruang kelas dan lingkungan madrasah. Sementara itu juga terlihat beberapa siswa yang datang terlambat sedang  bertahan dihalaman madrasah untuk “diinterogasi” dan dibina Wakamad Kesiswaan Sarimawati,S.Ag.

Monday, August 4, 2014

Kamad Langsung Mencetak Hatrick Di Hari Pertama

Berita ini juga dimuat pada website resmi Kanwil Kemenag Kalsel  Senin (8/4/2014) merupakan hari pertama kegiatan pembelajaran pada tahun pelajaran 2014/15 yang ditandai dengan dilaksanakan upacara bendera. Bagi Hapizi selaku pimpinan madrasah jelas hari pertama ini menjadi hari yang padat sebab langsung bertugas hatrick yakni pembina upacara, membuka acara Masa Orientasi Siswa (MOS)  dan mengisi materi MOS. Upacara yang diikuti seluruh dewan guru dan siswa  dengan  pembina upacara kepala madrasah H.Hapizi,S.Ag, M.MPd . Dalam amanatnya Hapizi mengungkapkan bahwa madrasah merupakan pondasi yang baru bagi  peserta didik yang akan beradaptasi ,bergaul dan berlomba menjadi yang terbaik dengan terus berusaha dan berdoa .
Usai upacara  , mengambil tempat disalah datu ruang kelas seluruh siswa baru mengikuti pembukaan MOS. “MOS bukan alat balas dendam antara panitia/ kakak kelas tapi bagaimana mengajarkan kita semua tentang hidup disiplin , menjadi baik, mentaati peraturan dan berakhlak budi pekerti yang baik” jelas Hapizi saat membuka MOS. Hapizi pun berharap agar seluruh peserta  meninggalkan kebiasaan lama yang kurang baik , berlomba berprestasi dibidang agama, iptek,sains ,olahraga dan seni.
Pukul 09.30 , usai pembukaan MOS dan break seluruh peserta  kembali masuk kelas untuk mengikuti materi pertama yakni Managemen Kepemimpinan yang disampaikan oleh kepala madrasah. Selanjutnya pukul 10.45  seluruh peserta menyimak materi Pengenalan Madrasah yang disampaikan Drs.Baihaqi. Usai shalat zuhur berjamaah, peserta MOS mengikuti acara yang bersifat santai atau hiburan yakni games untuk melatih kekompakan yang dipandu Ainu Redha,S.Pd.I



Tuesday, February 18, 2014

Jadikan Kalian Kebanggaan Orang Tua

 UAMBN/UASBN dan UN sudah semakin dekat. Maka kalian harus terus memperbanyak membaca buku pelajaran dan  berdo’a ! Nanti saat menerima amplop kelulusan hanya 5 huruf yang didapatkan yaitu “LULUS” sehingga kita bahagia. Buat lah orang tua tersenyum bahagia dan jadikan kalian kebanggaan orang tua. Jangan sampai kalian mendapat amplop kelulusan dengan 10 huruf atau “TIDAK LULUS” yang bisa mengakibatkan rasa kecewa baik pada diri sendiri, guru dan orang tua . Langit yang tinggi seakan-akan runtuh karena hujan air mata yang deras baik di madrasah maupun sampai kerumah.  Demikian motivasi Hj.Ruhanah,S.Pd.I dalam amanatnya kepada kelas XII pada upacara bendera Senin (17/2 ). 

Kelas XI Agama yang mendapat gilirian sebagai petugas upacara secara keseluruhan mampu menjalankan tugasnya dengan maksimal. Terlihat juga pada barisan peserta yang terlambat terlihat ada beberapa  siswa yang berdiri rapi dan 2 orang siswa  XI IPS dengan wajah pucat terpaksa meninggalkan lapangan upacara. Usai upacara seperti biasa dilakukan pengecekan atribut seragam oleh dewan guru, hasilnya  beberapa siswa terjaring sebab tidak memakai lambang atau lokasi.