Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Wednesday, March 13, 2013

Siswa MAN 5 Amuntai Melakukan Penelitian di Situs Candi Agung

Berita ini juga dimuat pada web Kanwil Kemenag Kalsel
Dalam rangka mengisi hari liburan dan mengenal lebih dekat kebudayaan daerah, Selasa (12/03) para siswa kelas XI IPS MAN 5 Amuntai melaksanakan studi lapangan ke situs peninggalan Candi Agung di Sungai Malang Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Studi ini dalam rangka memenuhi tugas Mata Pelajaran Sejarah dalam hal pengenalan penyebaran
agama Hindu dan perkembangan Islam di Kalimantan Selatan. Peserta yang melakukan penelitian sebanyak 21 Orang, dan di bagi kedalam 4 kelompok.

Thursday, September 29, 2011

MAN 5 Amuntai, Dulu dan Sekarang

Madrasah Aliyah Negeri 5 Amuntai yang kita kenal sekarang, adalah  sebuah madrasah yang awalnya berada dibawah yayasan, yaitu Yayasan Nurul Fajeri, dan Madarah ini dikenal dengan nama Madrasah Aliyah Nurul Fajeri. Yayasan Nurul Fajeri tidak hanya membawahi Madrasah Aliyah, tetapi juga membawahi Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Ibtidaiyah dan semuanya berada dalam satu kompleks.
Madrasah ini didirikan pada tahun 1 Juli 1988 oleh Yayasan Nurul Fajeri di daerah perkampungan Haur Gading, yang  pada awalnya merupakan bagian dari kecamatan Amuntai Utara, sekitar lebih kurang 10 kilometer dari pusat Kota Amuntai dengan Kepala Madrasah pertama yaitu K.H.Abdullah Maseri,BA yang memimpin hingga tahun 1997. Madarah Aliyah ini kemudian dinegerikan pada tanggal 19 April 1997 berdasarkan SK Menag No.107 TH 1997 dan nama madarasah kemudian diganti menjadi Madrasah Aliyah Negeri 7 Amuntai.
Nama madrasah kemudian berganti kembali pada tahun 2006 menjadi Madrasah Aliyah Negeri 5 Amuntai berdasarkan DP tahun 2006 dengan No SP: 0069.0/XVII/2006 karena terjadi pemekaran didalam ruang lingkup Kabupaten Hulu Sungai Utara, yaitu memecahnya daerah Paringin menjadi Kabupaten tersendiri.
Setelah kecamatan Amuntai Utara mengalami pemekaran dan memunculkan kecamatan baru, Madrasah Aliyah ini yang mulanya berada dibawah ruang lingkup Kecamatan Amuntai Utara kemudian berada didaerah ruang lingkup Kecamatan Haur Gading sebagai pemekaran dari kecamatan Amuntai Utara dan kemudian desa yang menaunginya adalah Jingah Bujur.
Akses jalan utama menuju Madrasah ini ada 2 jalur, yaitu jalur darat dan jalur titian.Walaupun jalur darat berupa jalan akse kecamatan, akan tetapi yang paling sering dipakai oleh para Dewan guru dan perangkat sekolah lainnya adalah akses jalur titian yang terbuat dari kayu ulin sepanjang lebih kurang 1,5 Km dengan lebar hanya 2 meter. Inilah yang menjadi masalah serius ketika terjadi gejala alam, contohnya adalah ketika terjadi banjir, maka jalan ini akan susah untuk dilewati. Sedangkan untuk jalur darat yang menggunakan jalan kecamatan, masih belum bisa mencapai Madrasah ini karena belum adanya pembebasan lahan secara penuh oleh masyarakat sekitar, sehingga jika menggunakan jalur darat harus melewati jalan tanah merah yang jika musim hujan akan susah untuk dilewati.
Sejak awalnya bangunan madrasah ini hanyalah dari kayu atau semi permanen, dan mengalami beberapa kali perbaikan karena terbatasnya anggaran. Akan tetapi berkat perbaikan yang perlahan tapi pasti, bangunan madrasah mengalami kemajuan sehingga bisa dioptimalkan dengan maksimal walaupun masih ada beberapa masalah teknis. Perbaikan terakhir dilaksanakan dilaksanakan pada tahun 2010 karena mendapat sedikit kucuran dana dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi yang berkenan untuk membantu perbaikan madrasah ini.




Kepala Madrasah yang pernah memegang kepemimpian di Man 5 Amuntai sejak awal didirikan adalah :
1.    K.H.Abdullah Maseri,BA tahun 1987 s/d 1997

2.      Taufiqurrahman , S.Ag tahun 1997 s/d 2000 ( alm )
3.      Drs. H. Abdurrahman tahun 2000 s/d 2004
4.      Drs.H. Rushadi tahun 2004 s/d 2010
5.      Drs. H.M.Johansyah,MM tahun 2010- 2013
 selanjutnya 2013 - 2016 adalah H.Hapizi,S.Ag, M.MPd yang mengantikan Bapak Johansyah yang purna tugas. Kemudian Januari  2016, H.Hapizi mutasi ke MAN 2 dan Kepala MTsN Amuntai Selatan , Drs.Marzuki,Dip T,MM promosi menjadi Kepala MAN 5 hingga sekarang. 


 MAN 5 Amuntai memang berada cukup jauh dari Kota Amuntai, namun kami punya tekad bahwa pendidikan harus tetap dilaksanakan bagaimanapun caranya...








menyatukan niat untuk memajukan pendidikan yaitu memadukan pendidikan umum dengan agama dalam satu wadah untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat.



Monday, May 16, 2011

Peristiwa 17 Mei


Adakah yang tahu peristiwa tanggal 17 Mei 1949 ? Atau itu hanyalah tugu yang kita  lewati pada sekitar kilometer 17 antara daerah Gambut dan bundaran Liang Anggang? kebanyakan siswa-siswi sekarang sudah kurang mengetahui tentang keadaan sejarah lokal yang ada di daerah kita. Khususnya untuk wilayah Kalimantan, peristiwa ini adalah tonggak sejarah dimana Rakyat Kalimantan (adakah daerah lain yang ikut serta memproklamirkan ?) memproklamirkan dan mengakui bahwa Indonesia sebagai negara yang berdaulat dan rakyat kalimantan menyatakan sikap untuk tetap berada dalam naungan Negara Republik Indonesia.
Ya... pada tanggal 17 Mei diperingati sebagai Hari Proklamasi ALRI Divisi Pertahanan Kalimantan yang merupakan wujud kecintaan rakyat Kalimantan terhadap Indonesia. Tidak hanya jiwa dan raga yang dipertaruhkan untuk memperjuangkan kemerdekaan dan mempertahankan kedaulatan Indonesia dalam NKRI, tetapi rakyat Kalimantan juga telah mempersembahkan daerahnya untuk Indonesia.
Yaitu dengan menyatakan sebuah proklamasi pernyataan sikap pada tanggal 16 Mei 1949 di daerah yang dikenal dengan nama desa Ni’ih yang berada di daerah Kandangan. Teks proklamasi tersebut ditandatangai oleh pimpinan ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan, yaitu Brigjend H.Hasan Baseri dan kemudian dibawa ke Mandapai pada tanggal 17 Mei 1949. Kegiatan proklamasi dilaksanakan dengan upacara penaikan bendera merah putih. Sebagai komandan upacara adalah Ahmad Kusasi, sedangkan penggerek bendera adalah Abbas Basri dan Kardi. Upacara dihadiri masyarakat setempat dan anggota ALRI DIVISI (A) PK(bagian dari Angkatan Perang Republik Indonesia). Teks proklamasi dibacakan oleh Hasan Basri langsung dan diikuti penaikan bendera merah putih, setelah selesai bendera
kembali diturunkan untuk menghindari serangan Belanda
Untuk mempublikasikan hasil proklamasi, disuruhlah kurir Tarsan untuk menempel teks proklamasi di pasar Kandangan. Teks proklamasi akhirnya berhasil ditempel pada tanggal 20 Mei 1949, seketika gemparlah masyarakat Kandangan. Lalu salah satu wartawan mengambil teks proklamasi tersebut dan membawa ke Banjarmasin, sehingga berita proklamasi dengan segera beredar di Kalimantan.
berikut salinan teks proklamasi ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan

“PROKLAMASI“
MERDEKA,
DENGAN INI KAMI RAKYAT INDONESIA DI KALIMANTAN SELATAN, MEMPERMAKLUMKAN BERDIRINYA PEMERINTAHAN GUBERNUR TENTARA DARI “ALRI” MELINGKUNGI SELURUH DAERAH KALIMANTAN SELATAN MENJADI BAGIAN DARI REPUBLIK INDONESIA, UNTUK MEMENUHI ISI PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945 YANG DITANDATANGANI OLEH PRESIDEN SOEKARNO DAN WAKIL PRESIDEN MOHAMMAD HATTA.
HAL-HAL YANG BERSANGKUTAN DENGAN PEMINDAHAN KEKUASAAN AKAN DIPERTAHANKAN DAN KALAU PERLU DIPERJUANGKAN SAMPAI TETESAN DARAH YANG PENGHABISAN.

TETAP MERDEKA !
KANDANGAN,17 MEI IV REP.
ATAS NAMA RAKYAT INDONESIA
DI KALIMANTAN SELATAN
GUBERNUR TENTARA

ttd
HASSAN BASRY

Thursday, March 3, 2011

Pangeran Antasari : Haram Manyarah Waja Sampai Ka Puting

Pangeran Antasari
Gelar: Panembahan Amirudin Khaliful Mukmin
Gelar kepahlawanan: Pahlawan Kemerdekaan Nasional
Lahir: Banjarmasin, 1809
Wafat : Bayan Begak, Kalimantan Selatan, 11 Oktober 1862

Pangeran yang dibesarkan di tengah-tengah rakyat ini bertempur mengusir Belanda dari kerajaan Banjar. Pertempuran itu kemudian dikenal dengan Perang Banjar.