Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts
Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts

Friday, February 21, 2014

Jalur PSB IAIN Antasari Sangat Diminati Siswa MAN 5 Amuntai

Berita ini juga dimuat pada website resmi Kanwil Kemenag Kalsel Menjelang pelaksanaan UN, MAN 5 Amuntai banyak mendapat surat dari perguruan tinggi yang berisi poster,brosur,dvd tentang penerimaan mahasiswa baru. Semua surat yang masuk diterima oleh Kaur TU untuk pengarsipan nomor surat dan selanjutnya diserahkan kepada guru BK , Wakamad , humas madrasah untuk disosialisasikan kepada siswa secara langsung maupun menempel poster pada papan pengumuman. PSB IAIN Antarsari adalah salah satu jalur yang sangat diminati oleh siswa MAN 5 Amuntai yang berprestasi  dan mereka  tidak perlu repot ke warnet untuk mendaftar karena sudah difasilitasi oleh pihak madrasah yang menunjuk Rahmadi,S.Pd sebagai operator bagi siswa yang ikut SPAN-PTAIN 2014.   
Poster tentang SPAN-PTAIN  dan PSB IAIN Antasari yang telah terpasang telah dibaca dengan seksama oleh para siswa kelas XII, dan oleh pihak madrasah mereka disuruh membicarakan dengan orang tua jika ingin mengikuti seleksi agar bisa dikoordinir untuk mendaftar.
Jangan jadikan alasan ekonomi untuk tidak melanjutkan pendidikan karena di IAIN Antasari banyak tersedia beasiswa dan khusus ikut PSB IAIN Antasari sudah hampir dipastikan kalian lulus tanpa perlu bersusah payah ikut tes  apalagi kalian berasal dari madrasah yang berakreditasi  A, ”  cerita Jayadi,S.Pd.I  kepada para siswa usai memasang poster informasi SPAN-PTAIN pada Rabu (19/2). 
Meskipun pendaftaran sudah dibuka sejak 18 Februari lalu tapi MAN 5 Amuntai belum mendaftarkan siswa sebab menunggu Orientasi Aplikasi Pendaftaran Online yang akan dilaksanakan pada Sabtu (22/2) di aula Rektorat IAIN Antasari  dan dalam hal ini Rahmadi,S.Pd selaku operator diberikan tugas untuk mengikuti acara tersebut. 
Salah satu siswa  Azan Zailani yang selalu masuk rangking 10 besar mengaku sudah mendapat lampu hijau dari orang tua untuk mengikuti jalur PSB IAIN Antasari dan telah melapor kepada operator.

Tuesday, April 23, 2013

Bingka Tumis/Balumbuk Kuliner Khas Haur Gading Yang Disukai Pengawas UN

Berita ini juga dimuat pada website Kanwil Kemenag Kalsel
Siapa yang tidak kenal dengan hidangan kue bingka, cita rasa yang khas dikenal dengan kue yang pecah dilidah adalah keunikannya. Lazimnya kue bingka yang sering muncul hanya pada saat-saat tertentu ini, terlebih biasanya pada bulan Ramadhan. Berbagai varian jenis yaitu bingka kentang yang bahan utamanya adalah kentang, bingka telur yang bahan utamanya adalah telor dan bingka tapai yang bahan utamanya adalah tapai ketan.

Wednesday, October 10, 2012

Bulu Tangkis

Bulu tangkis (sering disingkat bultang) atau badminton adalah suatu olahraga raket yang dimainkan oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang saling berlawanan.
Mirip dengan tenis, bulu tangkis bertujuan memukul bola permainan ("kok" atau "shuttlecock") melewati jaring agar jatuh di bidang permainan lawan yang sudah ditentukan dan berusaha mencegah lawan melakukan hal yang sama.

Monday, September 10, 2012

Permainan Bola Voli

Oleh :
Ainu Redha, S.PdI*




Permainan bola voli diciptakan oleh William G. Morgan pada tahun 1885. ia adalah seorang Pembina pendidikan jasmani pada Young Men Christian Association (YMCA di kota Holyoke, Massachusetts, AmerikaSerikat. Nama permainan in semula disebut “Minonette” yang hamper serupa dengan permainan badminton. Jumlah pemain di sini tak terbatas sesuai dengan tujuan semula yakni untuk mengembangkan kesegaran jasmani para buruh di samping bersenam secara missal. William G. Morgan kemudian melanjutkan idenya untuk mengembangkan permainan tersebut agar mencapai cabang olah raga yang dipertandingkan.

Nama permainan kemudian menjadi “volley ball yang artinya kurang lebih mem-volibola 
Pertandingan bola voli masuk acara resmi dalam PON II 1951 di Jakarta dan POM I di Yogyakarta tahun 1951. setelah tahun 1962 perkembangan bnola voli seperti jamur tumbuh di musim hujan banyaknya klub-klub bola voli di seluruh pelosok tanah air.
Hal ini terbukti pula dengan data-data peserta pertandingan dalam kejuaran nasional. PON dan pesta-pesta olahraga lain, di mana angka menunjukkan peningkatan jumlahnya. Boleh dikatakan sampai saat ini permainan bola voli di Indonesia menduduki tempat ketiga setelah sepak bola dan bulu tangkis.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah perbolavolian Indonesia, PBVSI telah dapat mengirimkan tim bola voli yunior Indonesia ke kejuaraan Dunia di Athena Yunani yang berlangsung dari tanggal 3-12 september 1989. tim bola voli yunior putra Indonesia ini dilatih oleh Yano Hadian dengan dibantu oleh trainer Kanwar, serta pelatih dari Jepang Hideto Nishioka, sedangkan pelatih fisik diserahkan kepada Engkos Kosasih dari bidang kepelatihan PKON (pusat kesehatan olahraga nasional) KANTOR MENPORA. Dalam kejuaraan dunia bola voli putra tersebut, sebagai juaranya adalah :
Uni Sovyet 
Kuba
Jepang 
Yunani
Brazil 
Polandia
Bulagaria

Sedangkan Indonesia sendiri baru dapat menduduki urutan ke 15. Dalam periode di bawah pimpinan ketua Umum PBVSI Jendral (Pol) Drs. Mochamad Sanusi, perbolavolian makin meningkat baik dari jumlahnya perkumpulan yang ada maupun dari lancarnya system kompetisi yang berlangsung,; sampai dengan kegiatan yang dilakukan baik di dalam maupun di luar negeri.

Friday, July 20, 2012

Permainan Futsal

Oleh :
Ainu Redha, S.PdI*


Futsal adalah permainan bola yang dimainkan oleh dua tim, yang masing-masing beranggotakan lima orang. Tujuannya adalah memasukkan bola ke gawang lawan, dengan memanipulasi bola dengan kaki. Selain lima pemain utama, setiap regu juga diizinkan memiliki pemain cadangan. Tidak seperti permainan sepak bola dalam ruangan lainnya, lapangan futsal dibatasi garis, bukan net atau papan.
Futsal turut juga dikenali dengan berbagai nama lain. Istilah "futsal" adalah istilah internasionalnya, berasal dari kata Spanyol atau Portugis, futbol dan sala. Futsal dipopulerkan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani. Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika Selatan, terutamanya di Brasil. Ketrampilan yang dikembangkan dalam permainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa. Pele, bintang terkenal Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal. Sementara Brasil terus menjadi pusat futsal dunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah perlindungan Fédération Internationale de Football Association di seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utara serta Afrika, Asia, dan Oseania.
Pertandingan internasional pertama diadakan pada tahun 1965, Paraguay menjuarai Piala Amerika Selatan pertama. Enam perebutan Piala Amerika Selatan berikutnya diselenggarakan hingga tahun 1979, dan semua gelaran juara disapu habis Brasil. Brasil meneruskan dominasinya dengan meraih Piala Pan Amerika pertama tahun 1980 dan memenangkannya lagi pada perebutan berikutnya tahun pd 1984. Kejuaraan Dunia Futsal pertama diadakan atas bantuan FIFUSA (sebelum anggota-anggotanya bergabung dengan FIFA pada tahun 1989) di Sao Paulo, Brasil, tahun 1982, berakhir dengan Brasil di posisi pertama. Brasil mengulangi kemenangannya di Kejuaraan Dunia kedua tahun 1985 di Spanyol, tetapi menderita kekalahan dari Paraguay dalam Kejuaraan Dunia ketiga tahun 1988 di Australia.
Pertandingan futsal internasional pertama diadakan di AS pada Desember 1985, di Universitas Negeri Sonoma di Rohnert Park, California. Futsal The Rule of The Game Futsal dipopulerkan di Montevideo, Uruguay pada tahun 1930, oleh Juan Carlos Ceriani. Keunikan futsal mendapat perhatian di seluruh Amerika Selatan, terutamanya di Brasil. Ketrampilan yang dikembangkan dalam permainan ini dapat dilihat dalam gaya terkenal dunia yang diperlihatkan pemain-pemain Brasil di luar ruangan, pada lapangan berukuran biasa. Pele, bintang terkenal Brasil, contohnya, mengembangkan bakatnya di futsal. Sementara Brasil terus menjadi pusat futsal dunia, permainan ini sekarang dimainkan di bawah perlindungan Fédération Internationale de Football Association di seluruh dunia, dari Eropa hingga Amerika Tengah dan Amerika Utara serta Afrika, Asia, dan Oseania.

Thursday, April 14, 2011

Fenomena Halo Matahari / Bulan




Hari Selasa, 5 April 2011 siswa kelas XII IPS b dan c memandangi langit dan bertanya-tanya kenapa ada lingkaran cincin pada cahaya Matahari ? Ada yang sudah tahu ada pula yang lupa atau tidak tahu sama sekali. Padahal ini adalah fenomena alam yang biasa dan sudah dipelajari saat kelas X ! Waduuuh kok lupa nama fenomena itu ??? Bagaimana kalo itu keluar pada soal UN hehehe 
Lihat gambar dibawah ini ! 








 itu adalah HALO Matahari !!!!


 Bagaimana Hal ini Bisa Terjadi?

Halo, dalam bahasa dan tulisan Latin ἅλως, juga disebut sebagai nimbus atau gloriole. Merupakan fenomena optik yang menampilkan bentuk cincin di sekitar sumber cahaya. Di alam biasanya kita lihat saat bulan purnama atau saat matahari terang di siang hari.
Fenomena tersebut terjadi akibat refleksi dan refraksi cahaya matahari/bulan oleh kristal-kristal es yang terdapat di awan cirrus, awan yang terletak di tingkatan atmosfer yang disebut troposfer, sekitar 5-10 km dari permukaan bumi.

Saturday, March 19, 2011

Supermoon

Supermoon adalah fenomena ketika Bulan tampak lebih besar dari biasanya akibat kedekatannya dengan Bumi. Supermoon akan bisa dilihat Sabtu (19/3/2011) malam. Bulan akan tampak 7 persen lebih besar dari biasanya.Supermoon sendiri bukanlah istilah dalam astronomi, melainkan dalam astrologi. Kalangan astrolog biasanya mengidentikkan supermoon dengan kekuatan jahat atau bencana. Seorang astrolog bernama Richard Nolle, misalnya, memperkirakan bahwa supermoon kali ini akan menimbulkan bencana gunung berapi dan badai.
Kabar yang beredar di internet juga menyebut bahwa supermoon yang akan terjadi esok berkaitan dengan bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Jepang Jumat (11/3/2011) lalu. Namun, hal tersebut ditampik oleh para astronom dengan mengatakan efek supermoon sangatlah kecil.

Thursday, March 3, 2011

Mandi Wajib


Tulisan ini bukan untuk menggurui, tapi cuma mengingatkan saja. Khusus buat rekan2 yang akan berumah tangga atau buat  murid yang suatu saat akan berumah tangga :-)
1. Hukum mandi
Bagi orang yang akan shalat, tidak sah sholatnya jika masih mempunyai hadats
besar. Hadats yang disebabkan bersetubuh, keluar mani, haid, nifas dan
melahirkan. Hadats besar dapat di hilangkan dengan mandi. Atau mandi wajib, atau
mandi hadats besar. Hukm mandi ini adalah wajib.
2. Sebab – sebab yang mewajibkan mandi.
Hal – hal yang menyebabkan seseorang wajib mandi ada 6, yaitu :
* bersetubuh ( walaupun tidak keluar air mani )
* keluar air mani ( baik karena bersetubuh maupun karena mimpi atau sebab lainnya ).
* Mati yang bukan mati syahid ( orang yang mati syahid tidak wajib di mandikan)
* Selesai haid ( mestruasi ), yaitu keluarnya darah dari rahim wanita setelah berusia 9 tahun setiap bulan sebagai bagian dari sirklus biologisnya.
* Selesai nifas, yaitu darah yang keluar dari rahim wanita setelah melahirkan.
* Wiladah ( melahirkan )

Sunday, February 15, 2009

Hakikat Manusia, Potensi Akal dan Hakikat Kebahagiaan

HAKIKAT MANUSIA, POTENSI AKAL DAN HAKIKAT KEBAHAGIAAN

A. Pendahuluan
Manusia diciptakan Allah di tengah dan di antara ciptaan-Nya yang lain, baik yang bernyawa ataupun yang tidak bernyawa. Keberadaan (eksistensi) manusia di muka bumi adalah karena kehendak Allah, dimulai dari saat turunnya nabi Adam As sebagai bapak manusia dan Siti Hawa sebagai ibu semua manusia dari syurga. Keduanya diturunkan ke muka bumi karena melanggar atau tidak mematuhi perintah Allah, sebagai akibat dari memperturutkan godaan iblis yang terkutuk. Jadi nabi Adam dan Siti Hawa diciptakan di syurga sedangkan keturunan keduanya semuanya diciptakan di muka bumi.

Untuk mewujudkan hidup dan kehidupan dirinya secara manusiawi, sesuai dengan kondisi penciptaannya dan tuntutan Allah pada semua manusia yang diciptakan-Nya, manusia perlu mengenali dan memahami hakikat dirinya. Pengenalan dan pemahaman itu akan mengantarkan kepada kesediaan mencari makna dan arti kehidupan, agar tidak menjadi sia-sia, baik selama menjadi penghuni bumi maupun dalam kehidupan yang kekal nantinya di alam akhirat. Makna dan arti dari kehidupan sebagai hamba Allah agar menjalankan hak dan kewajiban atau kebebasan dan tanggung jawab, benar-benar berada dalam ridha-Nya.
Hakikat manusia dimaksudkan adalah kondisi sebenarnya atau intisari yang mendasar tentang keberadaan makhluk yang berasal atau keturunan dari Adam dan Hawa, sebagai penghuni bumi. Makhluk yang dengan ridha Allah dijadikannya sebagai khalifah dan penguasa di muka bumi.
Dalam rangka usaha untuk mempelajari tentang hakikat manusia, memerlukan pemikiran (penggunaan akal) dan perenungan secara filosofis. Setiap manusia dapat berfikir sedalam-dalamnya tentang hakikat dirinya sampai kepada suatu pengertian tentang keadaan dirinya sebagai khalifah Allah di muka bumi. Hal ini dimaksudkan agar manusia dapat mencapai kebahagiaan di dunia lebih-lebih lagi kebahagiaan di alam akhirat kelak.
B. Pembahasan
1. Hakikat Manusia
Islam berpandangan bahwa hakikat manusia ialah manusia itu merupakan perkaitan antara badan dan ruh. Badan dan ruh masing-masing merupakan substansi yang berdiri sendiri, yang tidak bergantung adanya oleh orang lain. Islam secara tegas mengatakan bahwa kedua substansi adalah substansi alam. Sedang alam adalah makhluk. Maka keduanya juga makhluk yang diciptakan oleh Allah Swt.
Kalau dilihat dari sumbernya, hakikat manusia itu bersumber pada dua asal. Pertama, ashal al-ba'id, (asal yang jauh), yaitu penciptaan pertama dari tanah yang kemudian Allah menyempurnakannya dan meniupkan kepadanya ruh. Kedua, ashal al-qarib, (asal yang dekat), yaitu penciptaan manusia dari nutfah. Untuk menjelaskan kedua asal tersebut, Allah Swt berfirman dalam surah al-Hijr ayat 28-29:
وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلاَئِكَةِ إِنِّي خَالِقٌ بَشَرًا مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ(28)فَإِذَا سَوَّيْتُهُ وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي فَقَعُوا لَهُ سَاجِدِينَ(29)

(28) Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. (29) Maka apabila Aku telah menyempurnakan kejadiannya, dan telah meniupkan ke dalamnya ruh (ciptaan) Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud.
الَّذِي أَحْسَنَ كُلَّ شَيْءٍ خَلَقَهُ وَبَدَأَ خَلْقَ اْلإِنْسَانِ مِنْ طِينٍ(7)ثُمَّ جَعَلَ نَسْلَهُ مِنْ سُلاَلَةٍ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ(8)ثُمَّ سَوَّاهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِنْ رُوحِهِ وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَاْلأَبْصَارَ وَاْلأَفْئِدَةَ قَلِيلاً مَا تَشْكُرُونَ(9)

(7) Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah. (8) Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani). (9) Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh (ciptaan) -Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur. (QS. As-Sajdah: 7-9).

أَوَلَمْ يَرَ اْلإِنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُبِينٌ(77)
Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!.
خُلِقَ مِنْ مَاءٍ دَافِقٍ(6)يَخْرُجُ مِنْ بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَائِبِ(7)
(6) Dia diciptakan dari air yang terpancar, (7) yang keluar dari antara tulang sulbi dan tulang dada.
Demikianlah Allah menjelaskan dalam Alquran bahwa penciptaan manusia pertama adalah dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam, yang kemudian dibentuk yang sempurna sebagai bentuk manusia, kemudian Allah tiupkan ruh kepadanya, kemudian Allah memberikan kepadanya penglihatan, pendengaran dan hati. Kemudian pada proses kelahiran manusia selanjutnya Allah menciptakan manusia dari setetes air mani yang hina yang keluar di antara tulang sulbi dan tulang dada. Hal ini menunjukkan agar manusia tidak bersifat sombong dan congkak dalam kehidupannya di dunia.
Di lain ayat Allah menjelaskan:
وَلَقَدْ خَلَقْنَا اْلإِنْسَانَ مِنْ سُلاَلَةٍ مِنْ طِينٍ(12) ثُمَّ جَعَلْنَاهُ نُطْفَةً فِي قَرَارٍ مَكِينٍ(13)ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا ءَاخَرَ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ(14)

(12) Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. (13) Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). (14) Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Sucilah Allah, pencipta Yang Paling Baik. (QS. Al-Mukminuun: 12-14)
Dari uraian di atas jelaslah bahwa proses perkembangan dan pertumbuhan fisik manusia, tidak adanya bedanya dengan proses perkembangan dan pertumbuhan hewan. Semua berproses menurut hukum-hukum alam yang material. Hanya pada kejadian manusia, sebelum makhluk yang disebut manusia itu dilahirkan dari rahim ibunya, Tuhan telah meniupkan ruh ciptaan-Nya ke dalam tubuh manusia. Ruh yang berasal dari Tuhan itulah yang menjadikan hakikat manusia. Inilah yang membedakan manusia dengan hewan, karena Tuhan tidak meniupkan ruh pada hewan.
Dengan demikian, jelaslah bahwa dalam Islam manusia terdiri dari dua substansi yaitu materi yang berasal dari bumi dan ruh yang berasal dari Tuhan. Maka hakikat pada manusia adalah ruh itu, sedangkan jasadnya hanyalah alat yang dipergunakan oleh ruh untuk menjalani kehidupan material di alam yang material bersifat sekunder dan ruh adalah yang primer, karena ruh saja tanpa jasad yang material, tidak dapat dinamakan manusia. Malaikat adalah makhluk ruhaniyah (bersifat ruh semata), tidak memiliki unsur jasad yang material. Tetapi sebaliknya unsur jasad yang material saja tanpa ruh, maka juga bukan manusia namanya.
Pertama-tama memang manusia sebagai makhluk alamiah yang mempunyai sifat dan ciri-ciri sebagaimana makhluk alamiah lainnya, yang terikat dengan hukum-hukum alamiah. Dalam diri manusia terdapat unsur-unsur alam, ada unsur-unsur benda-benda mati, ada unsur-unsur tumbuh-tumbuhan yaitu manusia bersifat tumbuh dan berkembang, ada unsur-unsur hewani dengan kemampuan gerak, mempunyai nafsu, instink dan sebagainya. Tetapi manusia kebih dari itu. Manusia secara fisik mempunyai bentuk yang lebih baik, lebih indah dan lebih sempurna. Secara alami manusia menjadi makhluk yang paling tinggi.
Di sisi lain, manusia juga merupakan khalifatullah fil ardh. Dalam artian, manusia merupakan pelaksana dari kekuasaan dan kehendak (qudrat dan iradat) Allah. Di sinilah hakikat penyebutan basmalah pada setiap perbuatan manusia. Segala perbuatan manusia dengan nama atau menyebut nama Tuhan. Dalam hal ini, manusia terbagi menjadi dua kelompok, pertama yang bersifat pasif dan kedua yang bersifat aktif. Yang bersifat pasif beranggapan bahwa segala perbuatannya adalah sebagai pelaksana belaka dari kehendak Tuhan, sehingga ia tidak merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap perbuatannya. Ia terpaksa (ijbar) Sedangkan yang bersifat aktif, beranggapan bahwa dalam segala perbuatannya, ia mendapatkan kuasa dari Tuhan, sehingga ia menguasai perbuatannya. Ia yang memilih dan menentukan perbuatannya, dan oleh karena itu ia mempertanggungjawabkan perbuatannya terhadap yang memberinya kuasa. Manusia bersifat ikhtiar dalam segala perbuatannya.
Dalam diri manusia, pada hakikatnya terdapat sifat dan unsur-unsur ketuhanan, karena dalam proses kejadiannya Allah meniupkan ruh kepada manusia. Sifat dan unsur ketuhanan dalam diri manusia tersebut, berupa potensi-potensi pembawaan yang dalam proses kehidupannya manusia merealisir dan menjabarkannya dalam tingkah laku dan perbuatan nyata.
2. Potensi Akal yang Ada Pada Diri Manusia
Perbedaan utama konsep tentang manusia menurut pandangan Barat dan Timur (Islam) adalah di Barat manusia dipandang sebagai tubuh dan akal/otak, sementara di Timur manusia dipandang sebagai tubuh, akal dan hati nurani.
Akal merupakan simbol keistimewaan manusia. Hal karena ketika dianugerahkan kepada manusia bukanlah dalam bentuk jadi. Maksudnya ketika seseorang dilahirkan ke dunia nyata, akal yang menyertainya belumlah sempurna, dalam artian seratus persen siap pakai. Keberadaannya baru berupa potensi dasar, termasuk dalam kategori fitrah, yang belum sepenuhnya aktual. Untuk mengaktualkan akal, diperlukanlah proses pendidikan untuk mengembangkan potensi dasar tersebut.
Allah memberikan anugerah yang sangat besar kepada manusia dan dan inilah yang membedakannya dari hewan yaitu akal. Allah sangat memuji hamba-hamba-Nya yang berakal dan menggunakan akalnya untuk berfikir sebagaimana firman Allah dalam surah al-Baqarah ayat 164:
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِي تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَا أَنْزَلَ اللَّهُ مِنَ السَّمَاءِ مِنْ مَاءٍ فَأَحْيَا بِهِ اْلأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيهَا مِنْ كُلِّ دَابَّةٍ وَتَصْرِيفِ الرِّيَاحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَاءِ وَاْلأَرْضِ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ.

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering) -nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; Sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan.

Dalam pandangan Islam, akal merupakan potensi manusiawi yang paling penting. Itulah yang mendasari pemahaman dan kesempurnaan akal dalam rukun iman. Lebih jauh lagi, Alquran menganjurkan penggunaan akal dalam merenungi tanda-tanda kebesaran Allah yang ada pada diri manusia dan alam semesta. Alquran mengarahkan akal manusia untuk merenungi penciptaan manusia melalui analogi terhadap hari berbangkit di akhirat kelak serta kepastian akan balasan Allah sesuai dengan amal perbuatan manusia. Melalui Alquran pula manusia dianjurkan untuk mentafakkuri penciptaan langit dan bumi serta mengambil hikmah dari penciptaan umat-umat terdahulu. Bagi manusia yang mengingkari anjuran untuk merenungi dan memahami ayat-ayat Alquran, Allah akan memberi predikat sebagai manusia yang bisu, tuli, dan buta karena mereka tidak memikirkan apa yang dilihat dan didengarnya. Atau kalaupun mereka memikirkannya, mereka menolak untuk mengakui kebenaran yang mereka temukan. Pada dasarnya, mereka buta karena tidak melihat kebenaran atau ayat-ayat Allah yang ada di alam semesta ini. Mereka juga tuli karena tidak mau mendengarkan kebenaran yang diserukan kepadanya atau merenungkan tempatnya kembali nanti. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam surah al-Anfal ayat 20-23:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلاَ تَوَلَّوْا عَنْهُ وَأَنْتُمْ تَسْمَعُونَ(20) وَلاَ تَكُونُوا كَالَّذِينَ قَالُوا سَمِعْنَا وَهُمْ لاَ يَسْمَعُونَ(21) إِنَّ شَرَّ الدَّوَابِّ عِنْدَ اللَّهِ الصُّمُّ الْبُكْمُ الَّذِينَ لاَ يَعْقِلُونَ(22) وَلَوْ عَلِمَ اللَّهُ فِيهِمْ خَيْرًا َلأََسْمَعَهُمْ وَلَوْ أَسْمَعَهُمْ لَتَوَلَّوْا وَهُمْ مُعْرِضُونَ(23)

(20) Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan rasul-Nya, dan janganlah kamu berpaling daripada-Nya, sedang kamu mendengar (perintah-perintah-Nya), (21) dan janganlah kamu menjadi sebagai orang-orang (munafik) yang berkata: "Kami mendengarkan, padahal mereka tidak mendengarkan. (22) Sesungguhnya binatang (makhluk) yang seburuk-buruknya pada sisi Allah ialah orang-orang yang pekak dan tuli yang tidak mengerti apa-apapun. (23) Kalau kiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar. Dan jikalau Allah menjadikan mereka dapat mendengar, niscaya mereka pasti berpaling juga, sedang mereka memalingkan diri (dari apa yang mereka dengar itu).
Jika dihitung, Alquran mengandung 46 ayat yang menyatakan kata ta’qilun atau ya’qilun, 14 ayat yang menyatakan yatafakkarun atau tatafakkarun, dan 13 ayat yang menyatakan yafqahun. Ayat-ayat itu tampil dengan anjuran berfikir atau peringatan untuk orang-orang yang berakal. Artinya, ayat-ayat tersebut hanya ditujukan kepada orang-orang yang berakal, tidak kepada orang-orang yang tidak berkeinginan untuk tafakur. Anjuran untuk merenungi Alquran dapat kita temukan dalam 4 ayat. Alquran pun menyajikan 16 ayat yang menyeru orang-orang berakal untuk mengambil pelajaran dari berbagai kisah Alquran atau tanda-tanda alam semesta melalui perenungan atas dalil-dalil yang menunjukkan kekuasaan Allah.
Oleh karena itu, dalam rangka merealisasikan keimanan dan ketundukan kepada Allah, melalui perenungan atas kebesaran-Nya, pendidikan Islam mengajak manusia untuk memanfaatkan akal dalam berargumentasi, mencari kepuasan, merenung dan berobservasi. Pendidikan Islam pun mengajak manusia kepada pemanfaatan fasilitas alam semesta sehingga tergalilah berbagai sunnah yang disediakan Allah bagi manusia. Karena itu jelaslah bahwa pendidikan Islam mengembangkan akal manusia menurut pola perkembangan yang terbaik sehingga tidak akan ada manusia berakal yang sombong, tidak mau menerima kebenaran. Pendidikan Islam menghindarkan manusia dari ketulian sehingga manusia terhindar dari eksploitasi nafsu dan syahwat. Pendidikan Islam juga menghindarkan manusia dari kekerasan hati dan kejumudan akal sehingga manusia terhindar dari pengutamaan terhadap materi, kedudukan dan kehormatan yang sifatnya palsu. Islam menawarkan pendidikan yang mengajarkan berfikir sehat, tawaddhu, ikhlas menerima kebenaran, jujur dalam keilmuan, dan optimis dalam mengaplikasikan teori-teori yang dia peroleh.
Dengan demikian, mantaplah konsep yang mengatakan bahwa pendidikan Islam bertujuan untuk mengembangkan akal manusia yang disempurnakan dengan pengembangan jasmaniah. Dalam pendidikan Islam, aspek intelektual berkembang dari kecermatan dan kejujuran berfikir serta aplikasi praktis menuju pengakuan akan adanya Dzat Yang Maha Tinggi, melalui pencarian petunjuk serta penjauhan dari eksploitasi hawa nafsu. Dengan begitu, manusia akan mudah menemukan argumentasi dan pengetahuan yang meyakinkan, jauh dari keraguan.
3. Hakikat Kebahagiaan
Masalah kebahagiaan merupakan suatu topik yang tiada henti-hentinya diperbincangkan orang. Bagaimana hakikatnya dan jalan atau upaya apa yang ditempuh untuk mendapatkannya. Boleh dikatakan seribu satu pandangan dan pendapat mengenai kebahagiaan itu.
Segolongan orang memandang bahwa hakikat kebahagiaan terletak pada kekayaan material yang berlimpah ruah, maka berjuanglah mereka untuk mendapatkannya menurut anggapan mereka. Segolongan pula beranggapan bahwa unsur bahagia itu ditemukan dalam kesempurnaan jasmani. Segolongan pula beranggapan bahwa kebahagiaan itu terletak dalam kewibawaan, pangkat dan kedudukan, nama yang masyhur dan tenar. Golongan mistisisme juga mempunyai anggapan sendiri yang tentunya kebahagiaan itu hanya dapat dinikmati pada puncak kegiatan mistiknya. Pendek kata, seribu satu pandangan, anggapan dan dugaan serta teori tentang hakikat kebahagiaan.
Kita mengenal kebahagiaan yang bersifat jangka panjang dan kebahagiaan yang bersifat jangka pendek. Jangka panjang adalah target utama dalam hidup di dunia dan kebahagiaan jangka pendek adalah kebahagiaan-kebahagiaan yang ada di dunia yang menyertai perjuangan untuk mencapai kebahagiaan jangka panjang tadi. Keduanya memiliki keterkaitan yang tidak dapat dipisahkan. Maka dalam mengejar kebahagiaan jangka panjang, orang tidak boleh melalaikan kebahagiaan yang ada di dunia dalam artian adanya keseimbangan antara kehidupan di dunia dan tujuan yang akan dicapai di akhirat. Hal ini senada dengan firman Allah dalam surah al-Qashash ayat 77:
وَابْتَغِ فِيمَا ءَاتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ اْلآخِرَةَ وَلاَ تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلاَ تَبْغِ الْفَسَادَ فِي اْلأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لاَ يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ.

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.
Sebagaimana yang telah diuraikan di atas, al-Ghazali juga membagi kebahagiaan menjadi dua macam kebahagiaan utama: kebahagiaan ukhrawi dan kebahagiaan duniawi. Menurutnya yang pertama adalah kebahagiaan sejati sedangkan kebahagiaan duniawi hanyalah sebagai kebahagiaan yang bersifat metaforis. Keasyikan dengan kebahagiaan ukhrawi bagaimanapun tidak memalingkan perhatiannya dari jenis-jenis kebahagiaan atau kebaikan lainnya. Bahkan ia menyatakan bahwa apa pun yang kondusif bagi kebahagiaan utama maka itu merupakan kebahagiaan pula.
Di dalam Islam, hal-hal yang bersifat material dan duniawiah diciptakan Tuhan untuk dinikmati dengan cara-cara yang benar. Pemilikan materi diperintahkan kepada manusia bila materi itu bisa mendekatkan dirinya kepada Tuhan. Namun kepemilikan materi menjadi diharamkan bila hal itu menjadikan manusia semakin menjauh dari Tuhannya. Hal ini dikarenakan materi hanyalah sekedar sarana bagi manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Materi bukanlah tujuan hidup karena tujuan hidup sendiri adalah untuk kebahagiaan yang digambarkan di dalam Islam dengan pertemuannya dengan Tuhan.
Namun yang harus disadari bahwa kebahagiaan di dunia karena limpahan materi yang dimilikinya bukanlah segalanya, karena jika tidak digunakan untuk mencari keridhaan Allah maka semuanya akan berbalik menjadi bomerang dan berujung kepada kerugian yang akan diterimanya.
Dari uraian di atas, dapat dilihat bahwa pendidikan adalah merupakan bagian dari upaya manusia untuk mengembangkan segala potensi dasar kemanusiaannya untuk mempertahankan hidup dan agar dapat memperoleh kebahagiaan baik di dunia ataupun di akhirat. Potensi dasar manusia adalah cenderung kepada kebaikan, bersih dari dosa, berilmu pengetahuan, serta bebas memilih dan bebas bertindak/berkreasi. Sehingga dapatlah dikatakan bahwa pendidikan Islam adalah upaya pelayanan bagi pengembangan potensi manusia dalam berketuhanan, berbuat baik, kekhalifahan, berilmu pengetahuan dan berfikir serta bertindak bebas dalam artian bebas dan terikat kepada norma-norma agama.
Mengembangkan potensi berketuhanan berarti upaya pendidikan tersebut memberikan informasi tentang hal-hal yang menyangkut tentang Tuhan serta membimbing untuk hidup dengan sikap bertuhan, yakni mengabdi dan turut kepada peraturan Tuhan.
Adapun mengembangkan potensi kekhalifahan adalah mengembangkan kemampuan individu terdidik dalam menguasai bagian-bagian dari pengurusan alam dan manusia. Sedemikian rupa pengembangan itu dilakukan, sehingga hasil didik tersebut jadi modal untuk pengembangan penguasaan kepengurusan alam dan manusia pada tahap selanjutnya. Modal disini mencakup bentuk material ataupun konseptual. Inilah yang dinamakan dengan pendidikan profesional, yaitu pendidikan penguasaan konsep suatu bidang ilmu sampai kepada hal-hal yang menyangkut keterampilan teknis. Hal ini sesungguhnya sejalan dengan pengembangan potensi manusia dalam berilmu pengetahuan yang subjeknya akal dan objek materinya adalah fakta-fakta. Karena itu kalau dilihat dari sisi ini saja, maka pendidikan Barat adalah pendidikan yang islami, karena mereka sangat mengutamakan pengembangan akal pikiran sebebas dan sekritisnya. Karena dalam Alquran sendiri Allah menginginkan manusia untuk memahami tanda-tanda kebesaran-Nya dengan menggunakan akal pikiran yang telah diberikan-Nya kepada manusia.
Dengan pengembangan potensi atau hakikat dari manusia tersebut berjalan dan digunakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah, digunakan untuk pengembangan kesejahteraan di muka bumi, maka dengan demikian tujuan akhir dari pendidikan Islam akan tercapai yaitu untuk memperoleh kebahagiaan di dunia dan di akhirat.
C. Kesimpulan
Dari uraian di atas, maka dapat diambil beberapa kesimpulan bahwa hakikat manusia berkaitan antara badan dengan ruh. Dan jika dilihat dari sumbernya, hakikat manusia itu bersumber pada dua asal. Pertama, ashal al-ba'id, (asal yang jauh), yaitu penciptaan pertama dari tanah yang kemudian Allah menyempurnakannya dan meniupkan kepadanya ruh. Kedua, ashal al-qarib, (asal yang dekat), yaitu penciptaan manusia dari nutfah. Dengan demikian jelaslah bahwa substansi manusia terdiri dari dua yaitu materi yang berasal dari bumi dan ruh yang berasal dari Tuhan. Di samping itu manusia juga berperan sebagai khalifatullah fil ardhi.
Akal merupakan potensi manusia yang paling penting karena akal merupakan pembeda antara manusia dengan binatang. Allah menganugerahkan akal kepada manusia agar dapat memikirkan tanda-tanda kekuasaan-Nya. Selain itu Islam menawarkan pendidikan yang mengajarkan berfikir sehat, tawaddhu, ikhlas menerima kebenaran, jujur dalam keilmuan dan optimis dalam mengaplikasikan teori-teori yang diperoleh.
Kebahagiaan terbagi kepada dua macam: kebahagiaan yang bersifat jangka panjang dan kebahagiaan yang bersifat jangka pendek. Jangka panjang adalah target utama dalam hidup di dunia dan kebahagiaan jangka pendek adalah kebahagiaan-kebahagiaan yang ada di dunia yang menyertai perjuangan untuk mencapai kebahagiaan jangka panjang tadi. Keduanya memiliki keterkaitan yang tidak dapat dipisahkan.



DAFTAR PUSTAKA

Bawani, Imam, Segi-segi Pendidikan Islam, Surabaya, Al-Ikhlas, 1987.

Departemen Agama RI, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Jakarta, Proyek Pengadaan Kitab Suci Al-Qur’an, 1984.

Fakhry, Majid, Etika dalam Islam, Terj. Zakiyuddin Baidhawy, Yogyakarta, Pustaka Pelajar dan Pusat Studi Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta, 1996.

Nahwali, Abdurrahman an-, Pendidikan Islam: di Rumah, Sekolah dan Masyarakat, terj. Shihabuddin, Jakarta, Gema Insani Press, 1995.

Nawawi, Hadari, Hakekat Manusia Menurut Islam, Surabaya, Al-Ikhlas, 1993.

Tim Editor, Substansi Pendidikan Islam Kajian Teoritis dan Antisipatip Abad XXI, Banjarmasin, IAIN Antasari Banjarmasin, 1997.

Tsalis, Ibnu Ali Mahfudi Ats-, Panduan Lengkap Doa Kebahagiaan Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah, Yogyakarta, Bintang Cemerlang, 1999.

Ya’qub, Hamzah, Tingkat Ketenangan dan Kebahagiaan Mukmin (Tashawwuf dan Taqarrub), Jakarta, CV. Atisa, 1992.

Zuhairini, Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta, Bumi Aksara, 1995

Tuesday, February 10, 2009

Apa Itu Bimbingan Konseling ?

PENGERTIAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Pelayanan bantuan untuk peserta didik baik individu/kelompok agar mandiri dan berkembang secara optimal dalam hubungan pribadi, sosial, belajar, karir; melalui berbagai jenis layanan dan kegiatan pendukung atas dasar norma-norma yang berlaku.

KONSELING
Bantuan penyelesaian masalah oleh konselor kepada konseli (klien) sehingga teratasinya suatu masalah.
TUJUAN BIMBINGAN DAN KONSELING
Membantu memandirikan peserta didik dan mengembangkan potensi-potensi mereka secara optimal.
FUNGSI BIMBINGAN KONSELING
1.Fungsi Pemahaman
2.Fungsi Pencegahan
3.Fungsi Pengentasan
4.Fungsi Pemeliharaan dan Pengembangan
5.Fungsi Advokasi
PRINSIP-PRINSIP BIMBINGAN DAN KONSELING
1. Prinsip yang berkenaan dengan sasaran layanan;
(1) non diskriminasi,
(2) individu dinamis dan unik
(3) tahap & aspek perkembangan individu,
(4) perbedaan individual.
2. Prinsip berkenaan dengan permasalahan individu;
(1) kondisi mental individu terhadap lingkungan sosialnya,
(2) kesenjangan sosial, ekonomi, dan budaya.
3. Prinsip berkenaan dengan program layanan;
(1) bagian integral pendidikan,
(2) fleksibel & adaptif
(3) berkelanjutan
(4) penilaian teratur & terarah
4. Prinsip berkenaan dengan tujuan dan pelaksanaan pelayanan;
(1) pengembangan individu agar mandiri
(2) keputusan sukarela
(3) ditangani oleh profesional & kompeten,
(4) kerjasama antar pihak terkait,
(5) pemanfaatan maksimal dari hasil penilaian/pengukuran
ASAS BIMBINGAN DAN KONSELING
• Asas Kerahasiaan
• Asas Kesukarelaan
• Asas Keterbukaan
• Asas Kegiatan
• Asas Kekinian
• Asas Kedinamisan
• Asas Keterpaduan
• Asas Kenormatifan
• Asas Keahlian
• Asas Kemandirian
• Asas Alih Tangan Kasus
. Asas Tutwuri Handayani

Monday, February 9, 2009

Hukum Merayakan Valentine Day's

Tulisan ini diambil dari Situs www.eramuslim.com. Pada bagian Ustadz menjawab yang diasuh oleh Ustadz Ahmad Sarwat, Lc.
Tulisan ini penulis posting dengan harapan agar para generasi Islam tidak terlena dengan moment yang akan berlangsung pada setiap tanggal 14 Februari nanti.

Hukum Merayakan VALENTINE Buat Umat Islam
Oleh : Ustadz Ahmad Sarwat

Boleh jadi tanggal 14 Pebruari setiap tahunnya merupakan hari yang ditunggu-tunggu oleh banyak remaja, baik di negeri ini maupun di berbagai belahan bumi. Sebab hari itu banyak dipercaya orang sebagai hari untuk mengungkapkan rasa kasih sayang. Itulah hari valentine, sebuah hari di mana orang-orang di barat sana menjadikannya sebagai fokus untuk mengungkapkan rasa kasih sayang.
Dan seiring dengan masuknya beragam gaya hidup barat ke dunia Islam, perayaan hari valentine pun ikut mendapatkan sambutan hangat, terutama dari kalangan remaja ABG. Bertukar bingkisan valentine, semarak warna pink, ucapan rasa kasih sayang, ungkapan cinta dengan berbagai ekspresinya, menyemarakkan suasan valentine setiap tahunnya, bahkan di kalangan remaja muslim sekali pun.

Perayaan Valentine's Day adalah Bagian dari Syiar Agama Nasrani

Valentine's Day menurut literatur ilmiyah yang kita dapat menunjukkan bahwa perayaan itu bagian dari simbol agama Nasrani.

Bahkan kalau mau dirunut ke belakang, sejarahnya berasal ari upacara ritual agama Romawi kuno. Adalah Paus Gelasius I pada tahun 496 yang memasukkan upacara ritual Romawi kuno ke dalam agama Nasrani, sehingga sejak itu secara resmi agama Nasrani memiliki hari raya baru yang bernama Valentine's Day.

The Encyclopedia Britania, vol. 12, sub judul: Chistianity, menuliskan penjelasan sebagai berikut: "Agar lebih mendekatkan lagi kepada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi hari perayaan gereja dengan nama Saint Valentine's Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (The World Encylopedia 1998).

Keterangan seperti ini bukan keterangan yang mengada-ada, sebab rujukannya bersumber dari kalangan barat sendiri. Dan keterangan ini menjelaskan kepada kita, bahwa perayaan hari valentine itu berasal dari ritual agama Nasrani secara resmi. Dan sumber utamanya berasal dari ritual Romawi kuno. Sementara di dalam tatanan aqidah Islam, seorang muslim diharamkan ikut merayakan hari besar pemeluk agama lain, baik agama Nasrani ataupun agama paganis (penyembah berhala) dari Romawi kuno.

Katakanlah: "Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang Aku sembah. Dan Aku tidak pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang Aku sembah. Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku." (QS. Al-Kafirun: 1-6)

Kalau dibanding dengan perayaan natal, sebenarnya nyaris tidak ada bedanya. Natal dan Valentine sama-sama sebuah ritual agama milik umat Kristiani. Sehingga seharusnya pihak MUI pun mengharamkan perayaan Valentine ini sebagaimana haramnya pelaksanaan Natal bersama. Fatwa Majelis Ulama Indonesia tentang haramnya umat Islam ikut menghadiri perayaan Natal masih jelas dan tetap berlaku hingga kini. Maka seharusnya juga ada fatwa yang mengharamkan perayaan valentine khusus buat umat Islam.

Mengingat bahwa masalah ini bukan semata-mata budaya, melainkan terkait dengan masalah aqidah, di mana umat Islam diharamkan merayakan ritual agama dan hari besar agama lain.

Valentine Berasal dari Budaya Syirik

Ken Swiger dalam artikelnya "Should Biblical Christians Observe It?" mengatakan, "Kata "Valentine" berasal dari bahasa Latin yang berarti, "Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Maha Kuasa". Kata ini ditunjukan kepada Nimroe dan Lupercus, tuhan orang Romawi".

Disadari atau tidak ketika kita meminta orang menjadi "to be my Valentine", berarti sama dengan kita meminta orang menjadi "Sang Maha Kuasa". Jelas perbuatan ini merupakan kesyirikan yang besar, menyamakan makhluk dengan Sang Khalik, menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Icon si "Cupid (bayi bersayap dengan panah)" itu adalah putra Nimrod "the hunter" dewa matahari.

Disebut tuhan cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri. Islam mengharamkan segala hal yang berbau syirik, seperti kepercayaan adanya dewa dan dewi. Dewa cinta yang sering disebut-sebut sebagai dewa Amor, adalah cerminan aqidah syirik yang di dalam Islam harus ditinggalkan jauh-jauh. Padahal atribut dan aksesoris hari valentine sulit dilepaskan dari urusan dewa cinta ini.

Walhasil, semangat Valentine ini tidak lain adalah semangat yang bertabur dengan simbol-simbol syirik yang hanya akan membawa pelakunya masuk neraka, naudzu billahi min zalik.

Semangat valentine adalah Semangat Berzina

Perayaan Valentine's Day di masa sekarang ini mengalami pergeseran sikap dan semangat. Kalau di masa Romawi, sangat terkait erat dengan dunia para dewa dan mitologi sesat, kemudian di masa Kristen dijadikan bagian dari simbol perayaan hari agama, maka di masa sekarang ini identik dengan pergaulan bebas muda-mudi. Mulai dari yang paling sederhana seperti pesta, kencan, bertukar hadiah hingga penghalalan praktek zina secara legal. Semua dengan mengatasnamakan semangat cinta kasih.

Dalam semangat hari Valentine itu, ada semacam kepercayaan bahwa melakukan maksiat dan larangan-larangan agama seperti berpacaran, bergandeng tangan, berpelukan, berciuman, petting bahkan hubungan seksual di luar nikah di kalangan sesama remaja itu menjadi boleh. Alasannya, semua itu adalah ungkapan rasa kasih sayang, bukan nafsu libido biasa.

Bahkan tidak sedikit para orang tua yang merelakan dan memaklumi putera-puteri mereka saling melampiaskan nafsu biologis dengan teman lawan jenis mereka, hanya semata-mata karena beranggapan bahwa hari Valentine itu adalah hari khusus untuk mengungkapkan kasih sayang.

Padahal kasih sayang yang dimaksud adalah zina yang diharamkan. Orang barat memang tidak bisa membedakan antara cinta dan zina. Ungkapan make love yang artinya bercinta, seharusnya sedekar cinta yang terkait dengan perasan dan hati, tetapi setiap kita tahu bahwa makna make love atau bercinta adalah melakukan hubungan kelamin alias zina. Istilah dalam bahasa Indonesia pun mengalami distorsi parah.

Misalnya, istilah penjaja cinta. Bukankah penjaja cinta tidak lain adalah kata lain dari pelacur atau menjaja kenikmatan seks?

Di dalam syair lagu romantis barat yang juga melanda begitu banyak lagu pop di negeri ini, ungkapan make love ini bertaburan di sana sini. Buat orang barat, berzina memang salah satu bentuk pengungkapan rasa kasih sayang. Bahkan berzina di sana merupakan hak asasi yang dilindungi undang-undang.

Bahkan para orang tua pun tidak punya hak untuk menghalangi anak-anak mereka dari berzina dengan teman-temannya. Di barat, zina dilakukan oleh siapa saja, tidak selalu Allah SWT berfirman tentang zina, bahwa perbuatan itu bukan hanya dilarang, bahkan sekedar mendekatinya pun diharamkan.

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk. (QS Al-Isra': 32)

Sumber : www.eramuslim.com