Tuesday, February 18, 2014

Laporan Pelatihan Jurnalistik Oleh 5 Siswa MAN 5 Amuntai

 Pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan Pusat Informasi Konseling (PIK) MA NIPI Rakha Amuntai diikuti ratusan siswa termasuk 5 siswa MAN 5 Amuntai dan mahasiswa se Kab.Hulu Sungai Utara ini digelar sebagai upaya meningkatkan minat menulis dikalangan generasi muda khususnya pelajar yang dirasa masih rendah. Pelatihan yang dilaksanakan selama 3 hari tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Bagian Humas Adi Lesmana,M.Si mewakili Bupati HSU yang berhalangan hadir pada Senin (17/2).
Bupati HSU dalam sambutan yang dibacakan oleh Adi Lesmana menyatakan minat dan keterampilan menulis dikalangan pelajar dan mahasiswa terbilang masih cukup rendah serta masih kalah jika dibanding minat membaca yang selama ini juga terus digalakan dikalangan mereka. Padahal melalui hobi dan keterampilan menulis banyak manfaat yang bisa diraih dan dikembangkan untuk tujuan pendidikan dan meningkatkan intelektual generasi muda. Kemudian Bupati HSU berharap melalui pelatihan jurnalistik ini mampu memotivasi pelajar dan mahasiswa untuk mulai menyukai dan menekuni keterampilan menulis apalagi telah tersedia berbagai media untuk menampung karya tulis mereka dilingkungan sekolah atau kampus seperti majalah dinding (Mading) atau Koran Dinding (kording) serta majalah kampus.
Mengingat peserta pelatihan dari kalangan generasi muda, panitia sengaja mangundang pihak Polrest HSU yaitu Kasat Narkoba AKP Adjie sebagai pembicara tentang Bahaya Narkoba usai acara pembukaan. Secara panjang lebar AKP Ajie menjelaskan pengertian, faktor penyebab merebaknya , tanda-tanda pengguna, dampak bahaya dan cara menanggulangi narkoba. Karena itulah berdasarkan UU narkoba dilarang karena bisa menghancurkan  masa depan bangsa dan negara. Di HSU terdapat 33 kasus narkoba , 23 diantaranya terdapat di Sungai Malang yang notabine komplek pendidikan karena banyak terdapat TK,SD,SMP/MTs dan SMA/MA/SMK maka sangat penting upaya pencegahan sejak dini.
Rif’an Safruddin salah satu nara sumber jurnalistik mengatakan tradisi menulis ini sebenarnya merupakan warisan berharga dari para ulama Islam terdahulu yang patut diteladani generasi muslim saat ini. Melalui karya tulis para ulama Islam zaman dulu mampu mewariskan ilmu pengetahuan, sehingga nama mereka sendiri tetap abadi dan dikenang meski yang bersangkutan telah tiada.
Demikian laporan tertulis  yang disampaikan Nor Badariah dkk  tentang pelatihan dihari pertama sebelum mereka berangkat untuk mengikuti pelatihan dihari ke 2 pada Selasa (17/2) pagi. Secara keseluruhan laporan tertulis siswa sangat baik dan layak dipublikasikan, kalaupun ada yang kurang hanya kualitas foto yang saya terima sebab madrasah belum punya kamera kualitas terbaik untuk bekal mereka dan mereka masih belum pede  saat mengambil foto ditengah orang banyak  tersebut jelas Humas madrasah.

No comments: