Marhaban Ya Ramadhan ! Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1435 H

Rabu, 13 Maret 2013

Siswa MAN 5 Amuntai Melakukan Penelitian di Situs Candi Agung

Berita ini juga dimuat pada web Kanwil Kemenag Kalsel
Dalam rangka mengisi hari liburan dan mengenal lebih dekat kebudayaan daerah, Selasa (12/03) para siswa kelas XI IPS MAN 5 Amuntai melaksanakan studi lapangan ke situs peninggalan Candi Agung di Sungai Malang Kecamatan Amuntai Tengah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Studi ini dalam rangka memenuhi tugas Mata Pelajaran Sejarah dalam hal pengenalan penyebaran
agama Hindu dan perkembangan Islam di Kalimantan Selatan. Peserta yang melakukan penelitian sebanyak 21 Orang, dan di bagi kedalam 4 kelompok.
 Dimana pusat penelitian difokuskan pada situs candinya, tempat pertapaan Puteri Junjung Buih dan Pangeran Suryanata, Situs Telaga Darah dan Museum. Sayangnya, minimnya informasi yang di dapat membuat penelitian ini kurang maksimal.

Kelompok pertama mencari informasi di situs peninggalan tempat pertapaan atau mahligai Puteri Junjung Buih dan tempat pertapaan Pangeran Suryanata. Di kedua lokasi terpisah yang berdekatan ini, ada terdapat perbedaan tempat, dimana tempat pertapaan mahligai Puteri Junjung Buih ini peninggalannya hanya berupa sebuah kolam kecil (lebih mirip sumur) dan dulunya adalah tempat tinggalnya Puteri Junjung Buih. Sedangkan di tempat pertapaan Pangeran Suryanata adalah tempat bertapanya Pangeran sewaktu-waktu, dan disana juga lah menurut sumber tempat raibnya (menghilang) Pangeran Suryanata dan Puteri Junjung Buih.

Kelompok Kedua mencari informasi di lokasi situs peninggalan candi. Sayangnya informasi yang didapat hanya sedikit, karena oleh informan yang didatangi, menyatakan ada beberapa informasi yang tidak bisa diceritakan kepada orang umum. kelompok ketiga mendatangi Museum yang ada disana. Informasi yang didapat dari Kelompok kedua sedikit terjelaskan dari benda-benda peninggalan yang tersimpan di sana. Ternyata lumayan banyak benda-benda temuan yang ada di candi tersebut.

Kelompok keempat mencari informasi di situs telaga darah. Di lokasi ini terdapat sumur kecil. Menurut informasi yang didapat, situs ini merupakan tempat dimana saudara dari Lembu Mangkurat, Mpu Mandastana tewas bersama istrinya karena bunuh diri. Bunuh diri ini dilakukan karena kedua putranya Bambang Sukmaraga dan Bambang Patmaraga tewas dibunuh oleh saudaranya sendiri, Lembu Mangkurat. Sumur tadi terbentuk karena lokasi tewasnya Mpu Mandastana mempunyai hawa panas, dan menurut sumber dan buku hikayat lambung mangkurat, setiap burung-burung yang lewat di atas jasad Mpu Mandastana dan istrinya akan jatuh dan tewas seketika. Oleh karena itu Jasad Mpu Mandastana dan istrinya berserta tanah tempat terbaringnya mereka diangkut dan dibuang ke laut. Dan terbentuklah kolam kecil atau sumur. Sedikit penambahan, menurut juru kunci yang ada di telaga darah, nama asli dari Mpu Mandastana adalah Lembu Wanagiri.

Setelah penelitian selesai, siswa-siswi MAN 5 Amuntai dipersilahkan beristirahat dan menikmati pemandangan situs candi untuk melanjutkan perjalanan ke rumah wali kelas XI IPS untuk merangkum informasi yang didapat. (Bung Madie)

Reaksi:
Comments
3 Comments

3 komentar:

Anonim mengatakan...

:)

Anonim mengatakan...

rameeeeee ooooi

herdi azha mengatakan...

iya leh, ada riwayat lain yg mengisahkan.. Sumur talaga darah itu dua saudara yg di bunuh karena jatuh cinta wan junjung buih.. Tp sebujurnya jodoh putri di seberang laut sana, yaitu pangeran suryanata.. Yg awalnya seorg yg jelek, tak bertangan dan berkaki.. Ceritanya panjang