Alhamdulillah UN 2014 Berjalan Lancar !

Senin, 21 April 2014

Spanduk Sebagai Sarana Mempromosikan Penerimaan Peserta Didik Baru

Spanduk adalah kain panjang yang dibentangkan dan berisi informasi singkat tentang suatu produk atau peringatan umum. Belakangan ini, spanduk menjadi pilihan media promosi paling favorit karena harganya yang murah namun ukurannya besar sehingga mudah tertangkap oleh target konsumen. Spanduk biasanya dipajang di tempat strategis,di tepi jalan atau melintang di tengah jalan sehingga banyak terbaca oleh pengguna jalan yang melewatinya. Seiring dengan kemajuan teknologi, maka pembuatan spanduk pun sudah mengenal metode digital printing dengan bahan semi plastik membuat spanduk kuat ,tidak mudah sobek  sehingga lebih nyaman dilihat, biaya lebih murah, proses pembuatan relative lebih cepat dan sesuai dengan keinginan pembuat.
Bagi panitia Penerimaan Peserta Didik Baru MAN 5 Amuntai  disamping sosialisasi langsung ke SMP/MTs ,promosi madrasah via spanduk jelas dirasa perlu untuk mencari sebanyak-banyaknya peserta didik baru pada awal tahun pelajaran 2014/15 mendatang. Mengingat SMP/MTs akan menghadapi UN, maka tim PPDB sengaja membuat spanduk dengan ukuran 1x4 meter dengan tema ucapan selamat menempuh UN dan menerima peserta didik baru untuk dipasang ditempat strategis dan di seluruh SMP/MTs yang ada di kecamatan Haur Gading.
Senin pagi (21/4) tim panitia yang terdiri dari M.Yusuf dan Rahmadi dengan memanfaatkan jam mengajar kosong langsung bergerak  menuju MTs Intisyarul di Desa Haur Gading yang berjarak 1,5  Km dari MAN 5 Amuntai. Tim langsung menghadap Kepala Madrasah untuk meminta izin memasang spanduk. Atas saran Kepala MTs spanduk dipasang pada pagar kelas yang terletak di lantai tingkat 2 agar terjamin keamanan dan mudah dilihat orang yang lewat.
Selanjutnya tim menempuh jarak sekitar 8 Km untuk sampai ke  SMPN 3 Amuntai Utara yang terletak di Desa Panawakan. Tim langsung disambut hangat kepala sekolah Sugianor,M.Pd dan beliau menyarankan agar spanduk dipasang dipagar dekat pintu gerbang masuk. Pada kesempatan ini Sugianor juga bercerita bahwa banyak alumni  yang melanjutkan pendidikan di MAN 5 Amuntai seperti Risnawati yang berprestasi dibidang seni dan sastra karena pernah mewakili kab.HSU ke tingkat propinsi dan beliau meminta agar yang bersangkutan terus dibina dan dipoles bakatnya.



Kamis, 17 April 2014

UN 2014 Berakhir Dengan Lancar

Berita ini juga dimuat pada website resmi Kanwil Kemenag KalselBunyi bel sebanyak 6 x pada pukul 12.30 yang menyatakan sebanyak 49 siswa MAN 5 Amuntai yang terbagi dalam 4 lokal telah selesai mengikuti UN 2014 pada Rabu (16/4). Panitia UN MAN 5 Amuntai akhirnya bisa bernafas lega dan bersyukur sebab dari hari pertama pelaksanaan UN seluruh siswa tidak ada yang absen meski ada yang sempat sakit mendadak, naskah soal-LJK cukup dan pelaksanaan UN berlangsung tertib dan aman. Usai ujian pun terlihat wajah-wajah ceria seluruh siswa sambil mengucapkan rasa syukur dan saling berdiskusi tentang soal yang baru mereka selesaikan. 
Hj.Minawati siswi kelas XII Agama, mengaku merasa lega karena telah menjalani pelaksanaan UN meskipun mengaku merasa sedikit kesulitan pada soal Matematika dihari ke 2 yang membutuhkan konsentrasi tinggi. “Beruntung 40 nomor soal yang didapatnya berhasil dijawab, sebab sebagian besar soal sudah dipelajari selama belajar baik pengayaan maupun try out,“ katanya.
Siswa lainnya, M.Arbani mengaku menjawab soal dengan mendahulukan mengisi soal ujian yang dianggapnya mudah agar tak terkendala dalam menjawab soal. “Lebih dulu mengerjakan soal yang mudah baru yang sulit, jadinya konsentrasi tidak buyar,” ungkap Arbani. “Mudah-mudahan kami bisa lulus semunya,” harap Arbani mewakili temannya seraya meminta doa kepada seluruh guru MAN 5 Amuntai. 
Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Kepala MAN 5 Amuntai H.Hapizi,S.Ag,M.MPd menyatakan pelaksanaan UN berjalan sukses dan lancar.  Beliau  juga menyampaikan rasa terima kasih dan mohon maaf apabila terdapat hal-hal yang kurang berkenan kepada 8 orang pengawas ujian, pengawas independent dan petugas keamanan.   


Rabu, 16 April 2014

Usai Monitoring UN, Kepala Kemenag HSU Juga Berbagi Pengalaman Hidup

Berita ini juga dimuat pada website resmi Kanwil Kemenag KalselPelaksanaan UN di hari terakhir Rabu (16/4) dengan mata ujian pertama yakni Bahasa Inggris untuk semua jurusan berjalan lancar. Tidak ada pemadam listrik  dan soundsystem yang bagus pada soal listening membuat panitia bisa sedikit bernafas lega. Semua siswa termasuk Lia Fatmasari yang 2 hari berturut-turut bermasalah dengan kesehatan  bisa dengan tertib mengikuti ujian.
Sekitar pukul 10.00 panitia dikagetkan dengan pemberitahuan dari Kepala MAN 5 Amuntai H.Hapizi,S.Ag,M.MPd bahwa kepala Kantor Kemenag HSU Drs.H.Gurdani Syukur,M.Fil.I dan rombongan sudah berada di dekat kantor Camat Haur Gading untuk memonitoring pelaksanaan UN dan kendaraan roda 4 tidak bisa lagi melanjutkan perjalanan sebab harus melalui 1 Km titian panjang dengan lebar kurang 2 meter yang membelah perairan rawa yang luas di Haur Gading. Maka 3 buah motor pun langsung meluncur untuk menjemput rombongan. 
Kedatangan rombongan disambut langsung oleh H.Hapizi dan langsung masuk keruangan Kepala madrasah sambil membicarakan pelaksanaan UN di MAN 5 Amuntai. Pada kesempatan ini Kepala Kemenag HSU menjelaskan sengaja menempuh rute titian panjang sebab sangat penasaran dan ingin merasakan bagaimana yang dialami oleh guru yang mengajar di madrasah ini. 
Selanjutnya H.Gurdani Syukur didampingi H.Hapizi berkeliling memantau seluruh ruang ujian yang sedang mengerjakan soal pada jam ke 2 dengan mata pelajaran Ekonomi dan Tafsir. Dari pantauan kami, H.Gurdani berada diluar pintu karena peraturan tidak memperbolehkan masuk ruang ujian dengan ramah menyapa pengawas ujian dan menanyakan pelaksanaan ujian. 
Seperti kedatangan saat UAMBN, kali ini H.Gurdani pun berkenan berada lebih lama di MAN 5 Amuntai atau sekitar 2 jam lebih untuk menerima keluh kesah dari Kepala dan guru tentang kondisi madrasah terutama tiap tahun terjadi penuruan murid baru dan berdirinya sekolah umum letaknya yang masih 1 komplek, adanya anggapan sekolah di aliyah jika tidak menyambung akan sulit berkerja.  
Dialog yang berlangsung diruang panitia ujian tersebut berjalan santai terlebih H.Gurdani juga berbagi pengalaman masa sekolah, menuntut ilmu di Ponpes Pemangkih  Barabai, dilanjutkan ke Ponpes Rakha Amuntai hingga kuliah di IAIN Banjarmasin dengan kondisi ekonomi pas-pasan sebab sejak kecil sudah menjadi yatim. “Asal mau terus sekolah terlebih di sekolah agama, Insya Allah nanti akan menjadi orang yang berguna,” itu adalah pesan almarhum ayah yang paling saya ingat cerita H.Gurdani.
Bagi Humas madrasah, perjalan hidup Kepala Kemenag HSU tentu menjadi bahan cerita untuk memotivasi peserta didik bahwa tidak rugi menuntut ilmu dimadrasah.“Dan jangan putus asa melihat kondisi ekonomi orang tua sekarang sehingga pesimis untuk kuliah, sebab jika ada niat yang baik insya Allah ada jalan untuk melanjutkan kuliah,” ungkap humas MAN 5 Amuntai.


Selasa, 15 April 2014

Kepala Puskesmas Haur Gading Turun Langsung Menangani Peserta UN Yang Sakit Mendadak

Berita ini juga dimuat pada website resmi Kanwil Kemenag Kalsel Meskipun hanya 40 soal, ternyata Matematika benar-benar membuat tegang, menguras pikiran dan tenaga para peserta UN MAN 5 Amuntai pada hari ke 2  Selasa (15/4)kemarin. Meskipun waktu ujian telah berakhir beberapa peserta masih belum selesai mengerjakan sehingga pengawas ujian memberikan “injury time” selama 3-5 menit. Akhirnya hal yang tidak diinginkan kembali terjadi, Lia Fatmasari salah satu peserta ujian diruang III kembali ambruk akibat asma kambuh begitu usai mengerjakan soal.
Diruang UKS   beberapa guru terlihat memberikan pertolongan pertama. Namun kondisi Lia yang sesak nafas sehingga kejang membuat pihak panitia ujian menghubungi Puskesmas Haur Gading. Melihat kondisi Lia yang tidak memungkinkan untuk ikut langsung ujian pada jam ke 2, pihak pengawas independent-panitia UN berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan HSU mengenai deadline menghantar berkas LJK dan akhirnya disepakati waktu penyerahan paling lambat pukul 16.00, jika terlambat terpaksa siswa yang bersangkutan mengikuti UN susulan. 
Kedatangan tim kesehatan yang langsung dipimpin oleh Dr.Yenny Kusuma Dewi Kepala Puskemas Haur Gading terlihat memberikan pengobatan terhadap Lia. Usai kondisi sedikit pulih,Lia dibawa keruang perpustakaan untuk mengerjakan soal ujian Fiqih dengan tetap  didampingi Dr.Yenny, perawat  sambil mencek kembali tekanan darah darah dan detak jantung.
Sebelum mengerjakan soal, Dr.Yenny yang memang sering melayani Lia saat berobat di Puskesmas terus memberikan motivasi kepada Lia agar tetap bersemangat. Dalam mengerjakan soal UN Fiqih , Lia tetap dipantau dari luar baik oleh pengawas ujian maupun pengawas independent. 
Lia yang juga siswi jurasan Agama  memang memiliki prestasi akademik hingga selalu masuk rangking 3 besar usai ujian meminta ampun,maaf karena telah menggangu , merepotkan semua pihak  dan banyak terima kasih kepada seluruh dewan guru atas segala pertolongan dan perhatian selama ini.

Mengahadapi Ujian Bahasa Inggris ,Panitia Mengecek Sound System Dan Genset

Berita ini juga dimuat pada website resmi Kanwil Kemenag Kalsel Hari terakhir UN 2014  Rabu (16/4)  terdapat satu mata ujian yaitu Bahasa Inggris dimana ada soal listening yang tentu saja memerlukan peralatan sound system yang harus mendapatkan pasokan listrik yang maksimal. Sound system yang dipasang pada tiap ruang ujian tentu akan sia-sia andai terjadi pemadam listrik oleh PLN. Hal ini tentu menjadi kekhawatiran panitia dan peserta ujian sebab Kabupaten HSU adalah daerah yang sering mengalami pemadaman listrik baik secara bergilir maupun tiba-tiba akibat hujan lebat disertai angin ribut dan petir .
Sebagai langkah antisipasi pihak panitia UN MAN 5 Amuntai telah mempersiapkan mesin genset agar pelaksanaan UN berjalan dengan lancar dan terlihat Selasa (15/4 ) salah satu staff TU Ahmad Jahrani sudah  mencek bahan bakar dan menghidupkan genset untuk memberikan pasokan listrik diruang TU selama 1 jam setelah sebelumnya mematikan sakelar KWH PLN . letak mesin yang jauh dari lokasi ujian membuat bunyi genset tidak mengganggu peserta ujian.
Sebagai persiapan akhir  kesiapan sound system , usai berakhirnya ujian di hari ke 2 Ahmad Jahrani kembali memutar kaset listening UN tahun yang lewat dan mengecek kualitas suara speaker yang terdapat di 4 lokal ujian. Beberapa siswa yang masih bertahan menyatakan mendengar sangat jelas audio listening Bahasa Inggris dan berharap saat ujian nanti tidak ada masalah.