SELAMAT TAHUN BARU ISLAM 1 MUHARRAM 1436 H

Senin, 13 Oktober 2014

Siswa Diminta Jaga Kesehatan

 Musim kemarau yang berkepanjangan ditambah kebakaran lahan yang melanda wilayah Kalsel-teng membuat kondisi udara semakin buruk seperti yang terjadi di MAN 5 Amuntai. Pekatnya kabut asap membuat jarak pandang hanya 10-15 meter sudah menjadi pemandangan biasa di MAN 5 Amuntai dalam 2 bulan terakhir . Karena itu pihak madrasah menghimbau kepada seluruh siswa untuk menjaga kesehatan demi menghindari penyakit ISPA dengan cara menggunakan masker ( minimal saat perjalanan berangkat dan pulang sekolah ) , mengurangi aktivitas berlebihan diluar ruangan,  memperbanyak konsumsi air putih dan buahan.

Dari pengamatan reporter dilapangan , masih banyak siswa MAN 5 Amuntai yang belum memakai masker dengan berbagai alasan  ( masker paling murah Rp.3.000 s/d ...  )padahal menghirup langsung udara yang kotor sangat berbahaya. Ainu Redha selaku pembina UKSmenyatakan bahwa pihak madrasah pada Sabtu ( 11/10/2014 ) telah memohon kepada Puskesmas Kecamatan Haur Gading untuk menyediakan masker bagi siswa tetapi tidak bisa dikabulkan berhubung tidak ada anggaran untung sekolah dan stok masker yang terbatas hanya untuk pasein yang berobat.  

Jumat, 26 September 2014

Kunjungan Pengawas Penmad Baru

 Adanya pembagian tugas kepengawasan beberapa waktu lalu membuat Drs.HM.Yusransyah  tidak lagi bertugas sebagai pengawas madrasah di MAN 5 Amuntai dan sebagai gantinya adalah Rahmad,S.Pd.I, MM yang sebelumnya adalah kepala MA Mualimin. Kamis pagi ( 25-9-2014 ) Rahmad melakukan kunjungan perdana sekaligus silaturahmi dan berkenalan dengan dewan guru tanpa melupakan tugas utama yakni melakukan supervisi persiapan kegiatan awal tahun pelajaran, kurikulum pembelajaran dan perpustakaan di MAN 5 Amuntai. Rahmad juga membagiakan blanko biodata beliau dan blanko biodata kosong untuk diisi dewan guru agar bisa mengenal lebih akrab. Pembicaraan santai pun terlihat antara Rahmad dengan kepala madrasah H.Hapizi,S.Ag,M.MPd yang didampingi Kaur TU H.Munsi,S.Sos yang bertempat di ruang tamu.

Beberapa guru juga mengungkapkan harapan agar pengawas yang baru  mampu memberikan informasi terkini , bimbingan , arahan tentang kurikulum 2013 serta perangkat pembelajarannya yang diterapkan dikelas X.  Sementara ibu Ritati Rahman yang juga guru matematika menyampaikan uneg-unegnya bahwa selama mengajar di MAN 5 Amuntai belum pernah mengikuti diklat tinggat propinsi sebagai sarana meningkatkan SDM guru dan berharap ini menjadi perhatian pengawas yang baru sehingga nanti bisa mengusulkan ke bagian Penmad Kemenag HSU.  
  

MAN 5 Amuntai Menyerah 1-4 Dari SKB Balangan

 Kamis, 25/9 MAN 5 Amuntai kedatangan tim volly putera Sanggar Kegiatan Belajar Balangan yang lebih dikenal dengan sebutan SKB Balangan . SKB Balangan merupakan sebuah instansi pemerintah kabupaten di bawah Dinas Pendidikan kabupaten/kota setempat, bergerak di bidang pendidikan non formal dan informal. SKB kabupaten Balangan semula adalah SKB kabupaten Hulu Sungai Utara. Setelah pemekaran wilayah pada tanggal 8 April 2003, karena lokasi SKB berada dalam wilayah ibukota kabupaten Balangan, secara otomatis SKB menjadi milik kabupaten Balangan. Dengan mengendarai kendaraan roda 2 dan harus melewati medan yang berat terutama saat melewati titian panjang sempat membuat 1 anggota tim mabuk darat ,tim volly yang dipimpin langsung oleh Mariani,SE selaku KBO Volly SKB Balangan tiba sekitar pukul 15.00 wita.
Acara penyambutan sekaligus perkenalan pun dilaksanakan di mushala madrasah. selanjutnya kedua tim menuju lapangan volly berupa ulin panggung mengingat MAN 5 Amuntai berdiri diatas rawa. Terlihat jelas tim tuan rumah kewalahan menghadapi tim tamu. sehingga harus menyerah 1-4 . hal yang wajar sebab tim volly SKB Balangan sering melanglang buana beruji coba ke luar daerah Kalsel dan  salah satu pemasok atlet volly kab.Balangan. Bagi Ainu Redha pembina volly tuan rumah , kekalahan ini sudah diprediksi lebih awal dan tidak mempermasalahkannya sebab pertandingan ini bertujuan untuk melatih mental anak asuh bagaimana rasanya menghadapi lawan berat dan kekalahan.